Jumat, 25 Februari 2011

1. SEJARAH MIKROBIOLOGI


BAB 1. SEJARAH MIKROBIOLOGI
Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk, sifatdan kehidupan jasad-hidup yang termasuk mikroba (jasad-renik, mikrobia, mikroorganisme).
Secara teori dunia mikroba sudah dikenal kehadirannya dan peranannya, tetapi baru “terbuka” setelah penemuan mikroskop sederhana oleh Anthony Van Leeuwenhoek (1632-1723). Mikroskopnya dikatakan sederhana karena hanya memilikisatu lensa dengan perbesaran 200x, tetapi  dengan penemuannya ini maka rahasia dan pertanyaan besar tentang bentuk mikroba mulai terungkap.
Untuk mengetahui sejarah mikrobiologi, maka diplajari berdasarkan periode perkembangan perkembangannya:
1.      Periode Spekulasi/ perintisan: sejak jaman Prasejarah-1850
2.      Periode Keemasan: 1850-1910
3.      Periode Modern: 1910-Sekarang
I. Periode Spekulasi/ perintisan: sejak jaman Prasejarah-1850
Pada jaman ini para ahli mencoba mencari jawaban tentang berbagai permasalahan yang timbul di lingkungan yang berkaitan dengan peranan mikroba, misalnya:
1.        Bagaimana dan dari mana kehidupan ini berasal (masalah Biogenesis)
2.        Apa yang terjadi dengan bahan makanan yang kemudian menjadi busuk atau berbau (masalah pembusukan,pelendiran)
3.        Mengapa dan bagaimana suatu penyakit dapat menular dan menyebar (masalah contagion)
4.        Apa yang terjadi denganpelukaan yang kemudian membengkak dan mengeluarkan nanah ( masalah supurasi)
5.        Bagaimana proses fermentasi dapat terjadi.
Tentang Bagaimana kehidupan berasal muncul teori tentang:
Ø  Abiogenesis/Generatio spontanea oleh Aristoteles
Ø  Biogenesis oleh Lazzaro Spallanzani dan Fransisco Redi, yang kemudian disempurnakan oleh Louis Pasteur
Ø  Teori Urey oleh Harold Urey
Penemuan yang lain, antara lain:
*        Proses fermentasi, contohnya pembuatan minuman anggur semula diduga merupakanproses kimia biasa, tetapi diketahui oeh para ahli seperti Louis Pasteur, ternyata merupakan proses biologis dimanamikroba (ragi/ Saccharomyces cereviceae) yang berperan. Dari penemuan ini dan penyempurnaan teori biogenesisnya maka Louis Pasteur (1822-1895) dianggap sebagai Bapak Mikrobiologi.
*        Fracastorius (1478-1553) menemukan dasar-dasar tentang perpindahan dan penyebaran jasad penyebab penyakit.
*        Kircher (1602-1680) satu setengah abad kemudian menemukan cara-cara yang pasti tentang penularan, penyebaran dan perpindahan jasad penyebab penyakit yang diuraikan secaa terperinci.
*        Panum (1820-1885) menemukan penyakit campak.
*        Snow (1813-1858) dan Budd (1811-1880) menemukan tentang epidemi kolera asia.

II. Periode Keemasan: 1850-1910
Pada periode ini merupakan periode keemasan dimana dasar pengetahuan tentang mikroba diperoleh, antara lain:
1.        Penemuan metode isolasi (pemisahan), pembuatan preparat dan identifikasi biakan  mikroba secara murni oleh Robert Koch (1843-1910).
2.        Penemuan cawan petri (petri-disk) untuk  cara-teknik pembiakan mikroba oleh Petri (salah seorang assisten Koch).
3.        Penemuan oleh Gram di tahun 1844 untuk sistem pewarnaan bakteri , sehingga bakteri terbagi menjadi dua kelompok besar, gram positif dan gram negatif.
4.        Penemuan Chamberland (1887) untuk sistem saringan/filter guna keperluan sterilisasi secara fisik.
Khusus tentang Robert Koch namanya sampai sekarang masih dikenang karena jasanya yang besar di bidang mikrobiologi kedokteran dan kemanusiaan, dengan Postulat Kock yang menjadi dasar bagi seorang ahli untuk mencari, menemukan, dan mengetahui jasad penyebab suatu penyakit maka ikhwal dan penyebab penyakit TBC, tifus, difteri, kolera, gonorhu, dan anthrax, dapat terungkap dan dipisahkan secara murni.
Tahap-tahap kerja Postulat Kock adalah sebagai berikut:
(a)     Bahwa mikroba yang disangka penyebab harus selalu didapatkan pada semua penderita dan tidak didapatkan pada bukan penderita (orang sehat).
(b)     Bahwa mikroba penyebab harus dapat dibiakkan secara murni di dalam media tanpa kehadiran bagian/jaringan jasad yang tadinya dikenal.
(c)      Bahwa biakan jasad yang sudah dibiakkan, bila diinokulasikan (disuntikkan) kepada hewan percobaan, akanmenimbulkan gejala penyakit yang sama seperti (a).
(d)     Bahwa biakan jasad yang sudah di inokulasikan, dapat diinokulasi/dipisahkan kembali serta kalau kemudian dibiakkan akan  mempunyai bentuk yang sama seperti asal/ (a).
Penemu lain pada periode keemasan, antara lain:
v  Ehrlich (1854-1915) menemukan senyawa arsenat Salvarsan yang dapat membunuh bakteri penyebab sifilis.
v  Davaine (1850) menemukan penularan penyakit anthrax pada hewan melalui darah.
v  Von Behring dan Kitasato (1890) dapat membiakkan basil tetanus
v  Metchnikkoff (1883) menemukan sel-sel fagosit pada sel darah putih
v  Oliver Wendell Holmes pada tahun 1843 secara tegas menyatakan bahwa demam nifas yang sering berkibat fatal, menular dan bisa jadi disebabkan oleh mikroorganisme yang dibawa oleh bidan dan dokter, dari ibu yang satu kepada yang lain.
v   Ignaz Philip Semmelweis (1818-1865), mempelopori penggunaan prosedur obstetrik (kebidanan) dapat mengurangi kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh jasad renik.
v  Loeffer (1884) penemu penyakit difteri
v  Rush (1813) penemu penyakit sipilis.
v  Webster (1843) penemu penyakit pes.
v  Spencer (1851) penemu penyakit kolera
v  Welch (1894) penemu penyakit tifus.
v  McCoy (1910) penemu penyakit difteri di Amerika Serikat.
III. Periode Modern: 1910-Sekarang
Periode ini ditandai dengan dipergunakannya metode dan peralatan yang mutakhir, seperti mikroskop elektron, khromatografi-gas dan sebagainya. Sehingga terungkap masalah antibiotika, vaksin, serum, virus dan yang lain.
Penemu virus pertama kali adalah Iwanowski (1892) yang menemukan penyakit aneh pada daun tembakau dan diberi nama TMV (Tobacco Mosaic Virus).
Pada tahun 1937 River menyusun postulat untuk penyakit yang disebabkan oleh virus. Kriterianya mirip dengan postulat Koch. Tahapan postulat River adalah sbb:
(a)     Virusnya harus berada di dalam sel hospes atau cairan hospes yang sakit.
(b)     Filtrat dari bahan yang terinfeksi (darah, hasil gerusan/tumbukan) tidak mengandung bakteri atau mikroba yang dapat tumbuh dalam medium buatan; filtrat ini harus dapatmenyebabkan infeksi pada jasad yang peka.
(c)      Filtrat yang sejenis yang berasal dari hospes yang peka itu harus dapat menimbulkan kembali penyakit yang sama.
Periode modern ini juga ditandai oleh diraihnya hadiah Nobel oleh para ahli mikrobiologi yang bergerak dibidang pengobatan dan kedokteran seperti:
o    Domagk (1939) menemukan obat sulfa, sebagai obat ampuh untuk infeksi bakteri.
o    Flemming, Florey dan Chain (1945) untuk penemuan antibiotika penisilin.
o    Waksman (1952) untuk penemuan antibiotika streptomisin
o    Stanley (1946) untuk penemuan protein-virus secara murni.
o    Enders, Weller dan Beadle (1954) untuk penemuan virus poliomyelitis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar